| dulu gue demen banget namanya ngegambar manga dan keluarganya, namun kekagumanku beralih pada gaya art nouveau, renaissance, ataupun gaya2 etsa albrecht durer. sama ketika mengagumi gaya pop art yang norak dan saling menarik minat mata untuk dilihat, namun akhirnya berpindah haluan pada gaya desain era perang dunia yang realis ataupun gaya swiss international desain yang begitu presisi dalam pengaplikasian grid sistem. hmm mungkin hal ini terjadi karena kebosanan atas mainstream desain saat ini. semoga saja dengan makin banyaknya sekolah desain di Indo, makin banyak muncul gaya desain baru. bangsa swiss dikenal sebagai bangsa yang tepat waktu. apakah faktor tersebut ada pengaruhnya pada lahirnya pengaplikasian grid system yang presisi dalam karya2 desain grafis mereka bangsa jepang dikenal memiliki budaya yang mengutamakan kesempurnaan. apakah faktor tersebut memiliki pengaruh besar dalam gaya desain grafis jepang yang sangat halus dan detail karakternya kalo Indonesia? Budaya Ngaret? Kesopan santunan(di Jawa), Cuek dan sok asik?(Jakarta), Kesetiakawanan(Surabaya) . cukup sekian tulisan dari orang sok tahu tentang desain dan ilustrasi, maaf kalo pake bahasa Indonesia. moga aja ntar dapet pacar yang mau ngajarin Inggrisnya^^ |











